1 November 2019

Ternyata, Indonesia Pernah Kirim Pesan untuk Alien Ke Luar Angkasa

Tipsiana.com - Pada tahun 1977, sebuah proyek ambisius diluncurkan ke luar angkasa. Proyek yang diberi nama Program Voyager ini adalah rangkaian misi luar angkasa Amerika Serikat yang meluncurkan dua pesawat angkasa tak berawak, yaitu Voyager 1 dan Voyager 2. Program ini memanfaatkan sebuah momentum yang disebut "Planetary Grand Tour", suatu geometri langka pada planet-planet luar yang hanya terjadi setiap 176 tahun sekali.

Keadaan ini memungkinkan wahana antariksa bumi dapat mengunjungi beberapa planet dalam satu kali perjalanan. Ini tentu sebuah kesempatan besar untuk menggali informasi dan mempelajari planet di tata surya. Lebih dari itu, dengan memanfaatkan gaya gravitasi dari tiap planet yang didatangi, wahana Voyager ternyata mempunyai tenaga untuk terlontar keluar dan lepas dari tata surya menuju ruang antar bintang.


Karena kemampuan ini, maka selain misi mempelajari planet luar, para ilmuwan NASA yang dipimpin Carl Sagan memiliki ide untuk menyertakan sebuah Piringan Emas Voyager ke dalam wahana. Mereka berharap suatu saat nanti piringan yang berisi segala informasi tentang planet Bumi dapat ditemukan dan dimengerti oleh peradaban asing yang mungkin ada di luar sana.

Informasi direkam dalam sebuah piringan fonograf berbahan tembaga berlapis emas yang berisi suara-suara dan gambar-gambar pilihan yang menggambarkan keanekaragaman mahluk hidup dan budaya di Planet Bumi. Dari banyak informasi yang disematkan, ternyata ada empat penggal pesan yang berasal dari Indonesia.

1. Ucapan Salam

Bagian pertama dari rekaman suara Piringan Emas Voyager adalah ucapan salam dalam 55 bahasa yang ada di Bumi. Pada menit 1.41, pengisi suara asal Indonesia bernama Ilyas Harun memberi ucapan salam dengan kalimat, "Selamat malam hadirin sekalian. Selamat berpisah dan sampai bertemu di lain waktu."

Dibanding ucapan salam dari berbagai negara yang sekedar say hello, kalimat "sampai bertemu kembali di lain waktu" ini cukup menarik. Seakan-akan sang Alien suatu saat nanti akan mengunjungi Indonesia dan bertemu kembali dengan kita.

2. Pesan

Ilyas Harun kembali berujar pada bagian penyampaian pesan di menit 5.23, "Saya ingin menyampaikan sekedar pesan singkat melalui satelit Voyager ini"


3. Rekaman Gamelan "Puspawarna"

Musik gamelan dari Jawa yang berjudul Puspawarna, merupakan karya Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV dari Surakarta (1853-1881). Puspawarna dimainkan Tjokrowasito (K.P.H. Notoprojo), maestro gamelan Indonesia di masanya, yang pindah ke California di tahun 1971 untuk mengajar gamelan di Institut Seni California.


Puspawarna berdampingan dengan karya-karya maestro dunia gubahan Johann Sebastian Bach, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven. Konon, suara magis dari Puspawarna ini dianggap mampu mengilustrasikan penciptaan semesta.

4. Potret Penari Bali

Pesan terakhir yang berasal dari Indonesia adalah foto berwarna seorang wanita penari Bali. Ini sebagai representasi keindahan budaya di Bumi yang diwakili oleh pulau Bali yang dikenal sebagai salah satu surga dunia.


Foto penari Bali ini berada di urutan ke-64 dari 122 gambar yang ada di Piringan Emas Voyager.

Berikut isi rekaman lengkap Piringan Emas Voyager:

Kapan akan bertemu Alien?

Saat ini, kedua wahana tersebut telah resmi keluar dari tata surya kita. Mereka mulai memasuki ruang Interstellar (antar bintang) dan sedang menuju tata surya tetangga terdekat yang berjarak 1,7 tahun cahaya. Ini akan membutuhkan waktu 40.000 tahun untuk sampai. Dan tata surya tetangga ini kemungkinan besar tak ada penghuninya. Planet mirip bumi yang paling dekat dan mungkin berpenghuni bernama Tau Ceti E.  Jaraknya? "cuma" 12 tahun cahaya dari Bumi. Dengan kecepatan Voyager saat ini, maka butuh waktu 200.000 tahun untuk bisa sampai.


Karenanya, piringan emas ini akan membutuhkan waktu yang amat sangat lama sekali untuk bisa ditemukan oleh bentuk kehidupan lain, kecuali bila bentuk kehidupan asing itu sendiri yang tidak sengaja berpapasan dengannya di luar angkasa.

Rekaman emas ini tampaknya hanya merupakan sebuah kapsul waktu atau sebuah pernyataan simbolis, dan bukan sebuah usaha serius untuk mencoba berkomunikasi dengan peradaban asing. Malah, dimasa depan, besar kemungkinan yang akan menemukan piringan ini adalah manusia Bumi sendiri yang telah mampu menembus tata surya dan sedang mencari bentuk kehidupan selain di bumi.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Piringan_Emas_Voyager
https://id.wikipedia.org/wiki/Isi_Piringan_Emas_Voyager
https://id.wikipedia.org/wiki/Puspawarna
http://goldenrecord.org/#discus-aureus